Vanuatu. Pernah dengar nama negara ini? Bagi kebanyakan orang Indonesia, Vanuatu bukanlah negara yang cukup dikenal. Padahal, letak geografisnya tidak begitu jauh loh dari kepulauan Indonesia.
"Republik Vanuatu adalah sebuah negara kepulauan di Samudra Pasifik bagian selatan. Vanuatu terletak di sebelah timur Australia, timur laut Kaledonia Baru, barat Fiji dan selatan Kepulauan Solomon. Negara ini dahulu bernama Hebrides Baru semasa penjajahan." (Sumber : Wikipedia bahasa Indonesia)
Negara kecil ini berbentuk kepulauan-kepulauan kecil terletak di Pasifik Selatan. Jika kita melihat peta, Vanuatu terletak tidak jauh dari Papua Nugini (Papua New Guinea), beriklim sub tropis. Memasuki akhir tahun, Vanuatu memasuki musim panas. Sedang di pertengahan tahun, musim hujan bisa turun sepanjang hari, hingga udara begitu dingin, seperti berada di puncak gunung.
Saya (penulis) adalah warga negara Indonesia yang tinggal di Vanuatu, belum cukup lama. Namun, saya ingin sedikit berbagi kepada anda, yang mungkin ingin tahu sedikit tentang negara kecil ini.
Port Vila
Vanuatu beribu kota di Port Vila. Disini, tidak seperti kebanyakan ibu kota negara seperti negara yang lain yang umumnya ramai, penuh dengan pusat-pusat perbelanjaan, macet atau bahkan banjir. Port Vila bisa dibilang kota yang teramat sederhana. Hanya memiliki satu pusat pasar tradisional. dengan banyak kios-kios kecil yang dimiliki oleh etnis Tionghoa. Ada juga beberapa butik yang menjual baju-baju mahal bermerk luar negeri, namun kebanyakan pemiliknya ada orang Australia, atau Perancis.
Orang asli Vanuatu disebut Ni Van. Mereka masuk ke dalam ras Melanisia. Sama seperti orang Maluku, Papua, dan wilayah Indonesia Timur lain yang memiliki ciri kulit hitam manis dengan rambut keriting. Bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa Bislama yang merupakan bahasa campuran antara bahasa Vanuatu, Inggris, dan Perancis. Sebab, pada zaman dahulu Vanuatu dikuasai oleh dua negara besar, yaitu Inggris dan Perancis. sehingga, tidak asing jika orang bercakap-cakap dalam bahasa Perancis di pasar, bahkan seorang tukang sapu, atau bahkan supir angkot pun fasih berbahasa Perancis. Sebagiannya lagi, fasih berbahasa Inggris, namun tetap dengan aksen khas Vanuatu.
Jika anda ke Vanuatu, minimal kuasailah bahasa Inggris. Sebab, jika ada Ni Van yang berbicara Bislama kepada anda, secara ajaib anda akan mengerti maksudnya. Hehe.. Mengapa? Sebab bahasa Bislama terdengar seperti bahasa Inggris. Contohnya, Kata "saya" dalam bahasa Bislama adalah "Mi" yang dalam bahasa Inggris ditulis "Me". Meskipun tetap ada beberapa kata-kata yang bukan berasal dari bahasa Inggris (bahasa asli Vanuatu).
Kota Port Vila adalah kota terpadat di Vanuatu. Terletak di provinsi Efate. Tapi, jangan bayangkan padatnya seperti di Jakarta ya. Sangat jauh berbeda. Kalau teman saya bilang, kepadatan Port Vila itu, seperti kota Purworejo di Jawa Tengah. Jadi, tidak terlalu ramai orang, apalagi padat kendaraan. Port Vila hanya sibuk di hari kerja. Semua toko buka dari pagi hingga malam. Namun, pada hari Sabtu dan Minggu semua toko tutup. Karena mereka semua akan pergi ke Gereja. Gereja penuh dengan kebaktian. Mulai dari pagi, siang sampai sore.
Berbeda dengan Indonesia, yang ketika weekend datang, maka mall-mall dan cafe-cafe akan penuh dengan orang yang ingin berbelanja, sekedar window shopping, nongkrong-nongkrong, atau wisata kuliner. Disini, weekend terasa begitu sepi. Bahkan mungkin anda bisa bermain sepak bola di jalan raya.
"Republik Vanuatu adalah sebuah negara kepulauan di Samudra Pasifik bagian selatan. Vanuatu terletak di sebelah timur Australia, timur laut Kaledonia Baru, barat Fiji dan selatan Kepulauan Solomon. Negara ini dahulu bernama Hebrides Baru semasa penjajahan." (Sumber : Wikipedia bahasa Indonesia)
Negara kecil ini berbentuk kepulauan-kepulauan kecil terletak di Pasifik Selatan. Jika kita melihat peta, Vanuatu terletak tidak jauh dari Papua Nugini (Papua New Guinea), beriklim sub tropis. Memasuki akhir tahun, Vanuatu memasuki musim panas. Sedang di pertengahan tahun, musim hujan bisa turun sepanjang hari, hingga udara begitu dingin, seperti berada di puncak gunung.
Saya (penulis) adalah warga negara Indonesia yang tinggal di Vanuatu, belum cukup lama. Namun, saya ingin sedikit berbagi kepada anda, yang mungkin ingin tahu sedikit tentang negara kecil ini.
Port Vila
Vanuatu beribu kota di Port Vila. Disini, tidak seperti kebanyakan ibu kota negara seperti negara yang lain yang umumnya ramai, penuh dengan pusat-pusat perbelanjaan, macet atau bahkan banjir. Port Vila bisa dibilang kota yang teramat sederhana. Hanya memiliki satu pusat pasar tradisional. dengan banyak kios-kios kecil yang dimiliki oleh etnis Tionghoa. Ada juga beberapa butik yang menjual baju-baju mahal bermerk luar negeri, namun kebanyakan pemiliknya ada orang Australia, atau Perancis.
Orang asli Vanuatu disebut Ni Van. Mereka masuk ke dalam ras Melanisia. Sama seperti orang Maluku, Papua, dan wilayah Indonesia Timur lain yang memiliki ciri kulit hitam manis dengan rambut keriting. Bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa Bislama yang merupakan bahasa campuran antara bahasa Vanuatu, Inggris, dan Perancis. Sebab, pada zaman dahulu Vanuatu dikuasai oleh dua negara besar, yaitu Inggris dan Perancis. sehingga, tidak asing jika orang bercakap-cakap dalam bahasa Perancis di pasar, bahkan seorang tukang sapu, atau bahkan supir angkot pun fasih berbahasa Perancis. Sebagiannya lagi, fasih berbahasa Inggris, namun tetap dengan aksen khas Vanuatu.
Gadis Vanuatu
Seorang Ibu dengan 2 anak perempuannya. Salah satunya berambut pirang.
Rambut pirang ini alami, sama seperti anak-anak ras Melanesia lain yang ada di Solomon Island, mereka memiliki rambut pirang meskipun bukan dari keturunan orang Eropa. Menakjubkan bukan?
Jika anda ke Vanuatu, minimal kuasailah bahasa Inggris. Sebab, jika ada Ni Van yang berbicara Bislama kepada anda, secara ajaib anda akan mengerti maksudnya. Hehe.. Mengapa? Sebab bahasa Bislama terdengar seperti bahasa Inggris. Contohnya, Kata "saya" dalam bahasa Bislama adalah "Mi" yang dalam bahasa Inggris ditulis "Me". Meskipun tetap ada beberapa kata-kata yang bukan berasal dari bahasa Inggris (bahasa asli Vanuatu).
Kota Port Vila adalah kota terpadat di Vanuatu. Terletak di provinsi Efate. Tapi, jangan bayangkan padatnya seperti di Jakarta ya. Sangat jauh berbeda. Kalau teman saya bilang, kepadatan Port Vila itu, seperti kota Purworejo di Jawa Tengah. Jadi, tidak terlalu ramai orang, apalagi padat kendaraan. Port Vila hanya sibuk di hari kerja. Semua toko buka dari pagi hingga malam. Namun, pada hari Sabtu dan Minggu semua toko tutup. Karena mereka semua akan pergi ke Gereja. Gereja penuh dengan kebaktian. Mulai dari pagi, siang sampai sore.
Berbeda dengan Indonesia, yang ketika weekend datang, maka mall-mall dan cafe-cafe akan penuh dengan orang yang ingin berbelanja, sekedar window shopping, nongkrong-nongkrong, atau wisata kuliner. Disini, weekend terasa begitu sepi. Bahkan mungkin anda bisa bermain sepak bola di jalan raya.
Suasana Port Vila di hari Sabtu, mobil yang melintas bisa dihitung dengan jari.
Semua toko buka setengah hari pada hari Sabtu, dan tutup total di hari Minggu.
PASAR TRADISIONAL
Pasar tradisional yang resmi di Port Vila hanya ada satu. Yang juga merupakan bantuan dari pemerintahan Perancis. Disini, semua sayuran yang dijual adalah murni hasil kebun, organik, tanpa pestisida. Ni Van bercocok tanam masih dengan cara tradisional. Sehingga, varian sayuran yang dijualnya pun bergantung pada hasil panen. Jika anda mengunjungi pasar hari ini, dan kemudian kembali lagi di minggu berikutnya, bisa jadi varian sayurannya sudah berbeda. Beruntunglah anda yang tinggal di Indonesia yang sayuran, buah-buahan, dan bahan pangannya sangat lengkap, beragam, murah, dan selalu tersedia :)
Suasana Pasar Tradisional di Port Vila.
Sawi hijau yang dijual berikat-ikat. Satu ikat sawi dijual seharga 150-200 Vatu (Rp 15.000 - Rp 20.000,-)
Daun Bawang yang dijual seharga 100 Vatu (Rp 10.000,-)
Sayuran yang dijual di pasar tradisional cenderung sama antar penjual satu dengan penjual lainnya. Hal itu kemungkinan dikarenakan mereka menjual sayur sesuai dengan waktu panen sayuran tersebut. Jadi, jika anda ingin membeli sawi, silahkan anda berputar sebentar di pasar hingga menemukan harga sawi yang termurah. Karena yang menjual sayuran serupa ada banyak. Hal ini memang dirasa sedikit kurang nyaman bagi saya, yang biasa tinggal di tempat yang serba lengkap seperti Indonesia. Namun, hal ini justru membuat saya menjadi lebih kreatif untuk memvariasikan menu masakan yang akan saya masak walau dengan sayur yang kurang bervariasi :) Berita baiknya, karena sayuran disini organik, maka rasa dari sayuran tersebut sangat lezat, segar, dan pastinya lebih sehat jika dibandingkan dengan sayuran yang memakai pestisida.
Sebenarnya ada banyak pasar-pasar kecil di tempat-tempat yang ramai penduduk dan relatif jauh dari pasar tradional utama. Disini, tidak hanya menjual sayuran saja, namun juga buah-buahan, perkakas, dan bunga-bunga segar (florist). Bunga-bunga yang dijual disini pun, adalah merupakan bunga khas wilayah pasifik. Jadi, jangan dibayangkan disini menjual bunga tulip atau chrysanthemum yaa.. Karena pastinya bunga tersebut tidak ada. Hehe :P
Pantai
Berbicara tentang negara kepulauan, pasti tidak bisa dipisakan dari yang namanya pantai. Yup! Disini banyak sekali spot pantai yang pastinya bagus. Bahkan bisa dibilang sangat bagus. Karena pantai dan laut di Vanuatu masih tergolong bersih, bebas limbah beracun (tidak banyak pabrik disini, bisa dihitung dengan jari), dan ikan-ikan dilarang dijaring atau dipancing sembarangan. Sehingga biota lautnya masih sangat asli.
Tak ayal, Vanuatu pun selalu menjadi destinasi wisata, khususnya wisata laut seperti diving, snorkeling, jet ski, dan lain-lain. Dalam seminggu pasti ada saja satu atau dua Cruise Ship yang akan bersandar di Port Vila.
Cruise Ship yang baru akan bersandar di dermaga Port Vila.
Salah satu pantai di sebuah resort. Berpasir putih tak ada sampah terlihat.
Salah satu pantai favorit saya dan teman-teman.
Bernama Hide Away Island, yg merupakan sebuah pulau kecil dgn pemandangan bawah laut yg sangat cantik.
Hide Away Island, Vanuatu. Jika ingin snorkeling, atau diving, disini juga disewakan peralatannya seharga mulai dari 500 Vatu (Rp 50.000,00)
Pemandangan bawah laut di Hide Away Island
Ikan bebas berenang di bibir pantai
Pemandangan pantai dari sebuah Cafe di Port Vila.
Pemandangan laut yang cantik dari pinggir jalan.
Spot Bersantai di Pantai.
Volunteer/Relawan
Karena masih tergolong negara yang masih berkembang, maka banyak sekali relawan yang datang dari berbagai negara ke Vanuatu. Mulai dari menjadi guru, petugas kesehatan, dll. Sehingga, banyak pula kantor-kantor organisasi-organisasi nirlaba yang ada disini. Mulai dari AusAid (Australian Aid), JICA (Japan International Cooperation Agency), China Aid, dll.
Sehingga, ketika sedang main ke pantai saat weekend, tak jarang saya bertemu dengan mereka. Karena merasa sama-sama orang perantauan, kami pun jadi berteman. Menyenangkan sekali rasanya, berteman dengan orang dari negara lain, di negara lain. Hahaha.
Jika anda berminat, tak ada salahnya mendaftarkan diri menjadi relawan di organisasi-organisasi kemanusiaan yang region nya meliputi luar negeri. Tak hanya menambah pengetahuan, namun juga pengalaman, dan net working atau jaringan pertemanan anda akan semakin luas. Karena biasanya di negara-negara yang masih mendapat bantuan dalam hal ini negara-negara di wilayah Pasifik pada khususnya, anda akan bertemu dengan banyak sekali orang dari berbagai negara. Mulai dari yang menetap hingga tahunan, atau hanya sekedar datang untuk beberapa minggu saja. Dengan bertambah luasnya pertemanan anda, bukan tidak mungkin anda akan semakin mudah untuk bepergian ke negara lain, atau untuk menjalin hubungan bisnis, misalnya.
Percayalah, jika anda ingin mendapat suatu tantangan dalam hidup anda yang terasa membosankan dan biasa-biasa saja, mengapa tidak mencoba untuk keluar dan melihat dunia? Anda tidak akan menyesal. Selama anda menepuh jalur yang legal dan benar, kenapa tidak? :)
Santai dengan teman-teman di pantai.
Dalam foto ini, teman saya, orang Indonesia, Belanda, dan Jepang.
(saya yg ambil fotonya jd tidak ikut terfoto hehehe)
Resorts
Resort, hotel atau penginapan, sangat lazim ditemui disini. Karena negara ini adalah negara tujuan wisata, sudah pastilah banyak sekali resort bertebaran dimana-mana. Mulai dari harga Rp 500.000,- semalam sampai jutaan rupiah pun ada.
Sunset/Senja
Bagi penggemar fotografi seperti saya, sudah pasti menemukan spot bagus untuk difoto adalah seperti berada di "surga". Berita bagusnya adalah, Vanuatu memiliki pemandangan senja yang sangat cantik. Terlebih, karena banyak pulau-pulau kecil, sehingga kita dapat mengambil gambar sunset dari banyak spot.
Disini, saya tampilkan dua saja ya :) kalau ingin lihat lebih banyak silahkan kunjungi instagram saya @vionahelena (bukan promosi lo hahaha :P)
Yup, mungkin segitu dulu ya cerita tentang negara cantik ini. Saya tunggu di Vanuatu! Lukim yu Afta! (Sampai jumpa lagi!)
# Vanuatu Dimana? #Lowongan Vanuatu , Pasifik Selatan, #Traveling


1 komentar on "Vanuatu, Negara Mungil yang Cantik "
Kaya punya kota sendiri, sepi. Damai,. G rusuh ama klakson.. Hehhehe.. Trimz infonyah.
Posting Komentar
any comment??