Rasanya, baru aja semenit yang lalu selesai chatting sama temenku yang orang German,
Tapi sebenernya udah setengah jam yang lalu..
Di hati ini rasa nyeseknya masih terasa...
Tau ngga kenapa?
Miris aja....
Mengetahui betapa bedanya kehidupan kita dengan kehidupan kebanyakan masyarakat Eropa
Jadi, temen aku nih udah mayan tua lah..
Dia punya 3 anak,
nah, anak yang keduanya tuh cewe,,,
anaknya minta izin sama dia (ayahnya) untuk tinggal bareng sama pacarnya...
dan,
dia setuju-setuju aja,,
dasar pemikirannya begini,
dia ngga mau, daripada anaknya menikah kemudian akhirnya bercerai juga,
kan lebih baik kalo tinggal bareng aja dulu,,
dengan begitu kan dia akan mengenal pacarnya lebih baik,
dan jika ada yang tidak dia sukai,
tinggal putus hubungan,
tanpa di embel-embeli dengan hiruk pikuk perceraian yang memakan waktu dan biaya,,
belum lagi gereja katolik tidak akan mengabulkan permohonan cerainya itu,,
jika pun bisa,, itu akan membutuhkan waktu yang lama..
secara,
dia juga divorced sama istrinya,
jadi dia tau banget gimana ribetnya proses perceraian itu,,
dan di German khususnya..
dia bilang,
"Kalo di Eropa, tinggal bersama itu sudah merupakan hal yang biasa aja, mungkin terdengar aneh bagi kamu, karena kamu tinggal di Asia yang tidak banyak orang melakukan hal ini, apalagi di Indonesia yang mayoritas Muslim. Muslim tidak memperbolehkan hal ini bukan?"
aku jawab,
"Sebenernya bukan hanya dilihat dari sudut pandang agama saja, disini (Indonesia) baik itu muslim atau kristen pun hal tersebut masih merupakan tindakan yang tidak lazim dilakukan. Bertentangan dengan norma-norma masyarakat setidaknya"
dia bilang,
"Yah, sayangnya moral udah ngga ada artinya disini, disini kita bicara realita. Kalau yang terjadi kenyataannya menikah malah membuat kesulitan dalam hidup,, kenapa harus mengambil resiko untuk itu?"
aku sempet diem,,,
Gosh,, gue harus bilang apa?
pengen banget rasanya bilang, "Hei,are you crazy? It's your responsibility to take care of your daughter!"
tapi,
otak sebelah gue bilang, calm down girl, you can make suggestion without sarcasm :)
jadi, aku tanya aja dia,
"are you sure with that?"
"yeah, for sure dear.."
"how if your daughter get pregnant?"
he said,,
"Ah, Viona, mu aku larang sekalipun, mereka toh tetep akan melakukan hal itu koq,, meskipun mereka ngga tinggal bareng sekalipun.."
DEG! hati gue kerasa kaya tiba2 mengalami keram dan otak gue langsung beku..
Speechless...
ngga tau lagi musti ngomong apa?
akhirnya,
kata2 pamungkas ku adalah,
"So, you think that, parents just give their responsibility to their daughter, and let her make the decision by her self, also with all the risks? Although it's gonna be too risky for her. Like that?"
dia jawab,
"Yes. absolutely"
Deg!
Saat itu, yang terpikir, langsung orang tua gue...
Oh Tuhan,setidaknya orang tuaku selalu cerewet tentang banyak hal. Melarang ini dan itu, semua itu hanya untuk kebaikanku juga... Banyak orang merasa kesal dengan orang tua yang terlalu mengatur anaknya.. Okay, hal itu juga ngga bagus kalo TERLALU mengatur,, tapi,, at least.. orang tuaku ngga membiarkan aku hanyut terbawa gelombang yang akan membuatku semakin jauh dan jauh...
Saat itu,
aku langsung bersyukur banget...
Makasih ya Bu,, ngga pernah membiarkan aku berlaku seperti ini :)
yach,,
ini kan dari point of view aku,
mungkin ada juga yang ngga sependapat,
cuma,, sekedar pengen cerita aja...
tentang betapa tanggung jawab orang tua itu sangat luas dan akan selalu berdampak panjang kepada masa depan anak-anaknya...
Bener ngga? ^____^
0 komentar on "Beda Pemikiran"
Posting Komentar
any comment??